Sesuai judulnya, akhir-akhir ini lagi sering ngerasa bahwa beneran hidup ini untuk sendiri dan hasilnya adalah dari apa yang kita tanam. Ini imbas dari ketemu berbagai hal dan berbagai orang yang bisa dibilang unik sih.
Tulisan ini dibuat dengan kondisi yang beda dengan sebelumnya, karena tulisan ini dibuat dengan kondisi aku sudah tinggal sendiri, lingkungan baru, dan juga cara hidup yang baru tentunya. Berat, tapi mau gamau harus dilakukan, karena hidup harus tetap berjalan kalo kata bernadya. Di kerjaan juga gitu, agak sedikit baru, tapi seharusnya sudah bisa diprediksi dari lama, jadi ga begitu kaget silih berganti orang-orang datang dan pergi ini ga bikin aku kaget karena setiap hari juga denger mereka ngeluh dan ingin memperbaiki hidupnya dengan cara kerja yang lain, jadi yaudah.
Untuk orang yang ga se berempati itu, hidup dengan orang baru dan kelakuanya yang unik-unik ini sebenernya ga terlalu sulit. Pilihanya kan hanya Cut off dan hiburan aja. Pilihanya tergantung, kalo memang kita masih harus berkomunikasi dengan orang yang ga seasyik itu dijadiin hiburan aja, karena unik. Dan seharusnya ga sulit ko, ga perlu juga membuang energi ke hal-hal sekecil itu. Ini berlaku disemua kondisi ko, lingkungan rumah, kerjaan, pertemanan. Tapi kalo pertemanan sih harusnya lebih besar kemungkinan ke cut off nya ya wkwkwk.
Tapi, disisi lain ga semua orangnya unik,aneh, dan atau menyebalkan kok. Ada juga yang baik,care dan seru, baik banget malah. Maka dari itu ketemu orang aneh dan baik ini ga bisa dibilang apes juga, karena aku yakin ini seharusnya adalah hasil apa yang aku tanam sebelumnya, atau yang orang lain tanam mungkin karena pohon kan bisa dipanen dan dinikmati semua orang, jadi jangan juga berharap lebih terhadap apa yang kamu tanam ya, bisa jadi kamu tanam pohon tapi di panen oranglain karena kamu juga pernah memanen pohon oranglain.
Comments
Post a Comment