Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Tahun 2018

CINTA ITU (TIDAK) BUTA

                    Biar aku saja yang mengitari bumi, kamu? Diam saja ditempatmu. Kita tidak akan saling menemukan jika saling berjalan pada suatu lingkaran. Biar aku saja yang berjalan ditengah gelap ini, kamu diam saja disitu biarkan aku yang mencari terang sendirian, diluar sana dingin dan bahaya. Tapi aku takut disini gelap dan aku sendiri. Cinta tidak buta sayang, aku masih bisa menemukanmu dalam gelap sekalipun. Dan juga cinta itu menghidupi, ditends itu ada sedikit cemilan untuk kau makan dan juga ada kopi untuk kau seduh dan ada aku untuk kau cintai Tapi aku tetap dingin, nih pegang saja tanganku! Tangan kita masih berpegangan, seperti aku dan kamu yang akan terus bersamaan Jangan pergi, aku takut Iya, aku disini bersamamu dalam gelap lebih mengasyikan dan lebih hangat daripada aku mencari terang dan  meninggalkanmu sendirian Aku sayang kamu Aku? Tentu lebih dari itu. ...

(SEMUA) TENTANG KAMU

 Semua lagu tiba-tiba tak enak di telinga Semua buku tiba-tiba tak menarik untuk dibaca Semua film tiba-tiba terasa begitu membosankan untuk ditonton saat aku pertama kali menontonya selepas hari itu, hari dimana kamu pergi. Semua malam tak pernah sedingin ini Semua pagi tak pernah secerah sebelumnya Semua siang tak pernah seterik ini menyengat ke kepala Semua senja tak pernah seindah saat itu, saat dimana kita masih mengelilingi kota sampai senja perlahan menghilang meninggalkan kita Semua canda tawa teman-temanku tiba-tiba terasa sangat biasa saja Semua kondisi sangat membuatku merasa tidak nyaman Semua angin perlahan membawa semua kenangan ini kembali padaku bersamaan dengan selimut yang selalu menemaniku dimalam hari Terimakasih telah bersedia menjadi tempat berkeluh kesah.  Terimakasih senantiasa mendengarkan ocehan-ocehan tak tau arah Terimakasih untuk selalu dan tetap menerima dalam keadaan apapun Yang aku kira kamu akan selamany...

TINGGAL(KAN)?

Lets see “Aku gabisa bahagiain kamu, maaf aku harus pergi, nyatanya aku disini hanya terus menyakiti” “Aku udah ga cocok sama kamu,aku harus pergi.” Apa bedanya? Gaada, hanya halus dan kasar dan intinya sama, meninggalkan. Tapi, dampak yang akan terjadi akan berbeda,intinya dengan kamu meninggalkan seseorang dengan cara yang salah itu akan membuat orang itu semakin bermasalah. Di kata-kata pertama, kebanyakan sepasang kekasih kehilangan rasa bahagia itu karena mereka saling menggantungkan bahagianya masing-masing, dengan beribu tuntutan agar mereka mendapatkan bahagia dari satu sama lain secara bergantian, tak kenal waktu,tempat dan kondisi. Mereka   terkadang tidak mau tahu tentang itu, dalam mindsetnya hanyalah “Mempunyai pacar itu bahagia,dan jomblo itu tidak” . Come on, open youre mindset, tak akan ada yang bisa menjamin kebahagiaanmu, tuhan saja tidak memberimu melulu soal kebahagiaan bukan? Apalagi hambanya yang lemah seperti kekasihmu itu? Ayolah berhent...

HARAP(AN)

Malam sepi dengan hembusan angin membawa ku ke semua harapan yang pernah kita bangun Seolah-olah angin dengan sengaja menusuk tubuh merasuk sukma membangun ingatan Apakah kamu merasakanya juga? Bagaimana? Dingin bukan? Tentu saja lebih dari itu. Dengan berat aku berharap agar semua harapan kita terwujud sebagaimana mestinya Entah itu masih dengan “harapan kita” ataupun dengan “harapan kita masing-masing” Entah dengan siapapun kamu nanti, semoga tak akan ada lagi harapan-harapan yang berakhir angan Tak ada lagi harapan yang akan jadi debu Tak ada lagi harapan yang berakhir pilu Tak ada lagi aku Tak ada lagi aku Sudah jadi debu Dulu Lucu memang Kita saling berjanji akan terus bersama menikmati hidup walau akhirnya kita redup Kita menikmati senja,hijaunya pepohonan,yang kini luruh bersama angan Menyusuri jalan,menikmati makanan yang kini hanya tinggal kenangan Tertawa bersama,selalu bahagia yang semuanya sulit untuk ku lupa Kini Tragis me...

Cinta sakit kopi lagi kopi lagi

 Tak ada kamu berarti tak ada harumnya kopi, tak ada senja yang bisa dinikmati, tak ada bahagia dan tak ada asa. Percayalah  seindah apapun senja tak akan indah jika ku nikmati sendiri, sebab senyumu tak pernah mau untuk pergi. Terkadang, aku sering memaksakan diri menikmati kopi bertemankan sepi, ternyata pahitnya selalu bercampur dengan kenyataan. Aku butuh kamu agar kopiku selalu manis seperti dulu. Bersama kopi yang tersisa selalu aku sisihkan waktu untuk berharap agar kamu selalu mengingat aku yang tak pernah berniat untuk pindah ke hati yang baru. Doaku suatu saat kamu bersedia menemuiku, disini tak ada hujan selain hujan dipipi, tak ada malam sepi selain hari yang panas layaknya cemburu melihatmu dengan kekasihmu yang baru. Disini juga aku siapkan secangkir kopi kesukaanmu, yang sudah aku racik sendiri dengan campuran pedihnya ditinggalkanmu yang membuatku sendu sedan. Padahal, yang aku harapkan adalah pagi bersama matahari dan kopi hangat didepan jendela d...