Lets see
“Aku gabisa bahagiain kamu, maaf aku
harus pergi, nyatanya aku disini hanya terus menyakiti”
“Aku udah ga cocok sama kamu,aku
harus pergi.”
Apa bedanya? Gaada, hanya halus dan kasar dan intinya sama,
meninggalkan. Tapi, dampak yang akan terjadi akan berbeda,intinya dengan kamu
meninggalkan seseorang dengan cara yang salah itu akan membuat orang itu
semakin bermasalah.
Di kata-kata pertama, kebanyakan sepasang kekasih kehilangan
rasa bahagia itu karena mereka saling menggantungkan bahagianya masing-masing,
dengan beribu tuntutan agar mereka mendapatkan bahagia dari satu sama lain
secara bergantian, tak kenal waktu,tempat dan kondisi. Mereka terkadang tidak mau tahu tentang itu, dalam mindsetnya
hanyalah “Mempunyai pacar itu bahagia,dan jomblo itu tidak”.
Come on, open youre mindset, tak akan ada yang bisa menjamin kebahagiaanmu,
tuhan saja tidak memberimu melulu soal kebahagiaan bukan? Apalagi hambanya yang
lemah seperti kekasihmu itu?
Ayolah berhenti menuntut kekasihmu harus ini, harus itu,
bahagiakan dirimu sendiri, untuk melihat kekasihmu bahagia juga, itu akan lebih
indah, daripada menuntut bahagia satu sama lain. Dampaknya adalah nanti
pasanganmu yang kamu tinggalkan dengan cara seperti itu akan terus mengulangi
kesalahanya dalam berhubungan, dia akan terus menuntut bahagia dari kekasihnya
yang baru, dia akan terus tersakiti oleh orang-orang baru. Jika kamu cinta dia,
kamu pasti tahu apa yang kamu lakukan, bicarakan baik-baik,komunikasi itu penting,
jangan takut menyakiti untuk kebaikan bersama.
Di kata-kata kedua, kayanya yang bilang gitu bukan manusia
deh, manusia kan dinamis terus bergerak ga melulu diem ditempat, kenapa tidak
saling mencocok-cocokan diri dengan pasanganmu? Oke jika memang nyatanya tidak
cocok seharusnya kamu beri alasan yang lebih spesifik, karena tidak cocok itu
luas, jika memang tidak cocok kenapa harus ada kebersamaan telebih dahulu? “Aku udah ga cocok sama kamu, kamu gapernah berubah, selalu selingkuh”
misalnya ?
Kata-kata “Kamu gapernah berubah”
itu adalah bukti bahwa orang yang mengatakan hal itu adalah manusia, dia
percaya bahwa manusia itu dinamis, akan berubah, tapi rasa sabarnya sudah habis,
biarkan dia berubah menjadi lebih baik dengan kesendirian, semoga dia sadar.
Tuhan tidak akan
langsung menjamin kebahagiaan kamu tanpa kamu usaha. Misalkan kamu adalah A bahagiamu
adalah Z rintanganya adalah B sampai dengan Y. Lets see itu pasti, kamu pasti
akan bertemu dengan huruf Z asal kamu usaha
-adiksi-
Comments
Post a Comment