Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Tahun 2017

KAMU DENGAN KEKASIHMU YANG BARU DAN AKU YANG SETIA DENGAN PILU

KAMU DENGAN KEKASIHMU YANG BARU DAN AKU YANG SETIA DENGAN PILU Aku : gerimis dan kamu awan hitamnya,bersama-sama kita menjadi hujan yang membasahi bumi dan juga pipi. Aku : si pengembara hati begitupun juga kamu. Yang aku tahu hati adalah tempat terbaik untuk perasaan. Tapi nyatanya yang ada dihatimu adalah perasaan untuk perempuan yang namanya tak pernah kamu lupakan. Dari situ menjadi pengembari hati aku urungkan. Aku : satu dari berjuta-juta manusia dibumi yang tak pernah pandai melawan sepi, khususnya setelah kamu tinggal pergi. Hari-hariku selalu berawankan mendung, setelah kamu pergi yang hanya memperlihatkan punggung. Mungkin sekarang kamu sedang sibuk bersenang-senang dengan perempuan yang selalu kamu doakan untuk menjadi istri di suati hari nanti. Dan, mungkin juga ketidakberdayaanku setelah kau tinggalkan pergi, menjadi lelucon disetiap obrolanmu dengan sang pujaan hati. Ingatanku kepadamu selalu berhasil menutup gerbang bahagia yang seperti biasa selalu berak...

Throwbackstory

Kaki aku keram katamu yang dengan setia membuat kepalamu dan bahuku menjadi pasangan yang serasi diatas motor tua yang selalu menjadi saksi bisu panasnya jalan raya Aku pengen eskrim Lingkaran lenganmu pada pinggang membuat aku luluh untuk singgah di salah satu minmarket pinggir jalan Sembari mengabsen rasa eskrim yang ada, Lenganmu tak pernah lepas padahal aku tak akan pergi kemanapun Aw sakit Cubitan dihidung itu aku anggap jawaban atas ucapan terimakasih didepan pintu minimarket tadi Kamu sayang aku ga? Aw sakit Cubitan di pipi mirip bakpao itu aku anggap pertanyaan kamu adalah pertanyaan bodoh, yang pasti jawabanya adalah iya Kamu kenapa mau sama aku? Alasanya, aku mau selalu ada yang nepuk pundak aku kalo aku ngeluh Aku mau selalu ada yang ngasih solusi kalo aku punya masalah, meskipun solusinya klasik tapi setidaknya aku bisa sedikit lebih baik Aku mau yang jadi pendamping aku wisuda nanti selain ayah dan ibu juga adanya kamu Aku mau selalu liat senyum...

Kopi dan kamu

Entah gelas keberapa yang aku minum, yang aku ingat aku berada dikedai kopi ini sedari 2 jam yang lalu untuk harapan kamu akan berkunjung kesini, tempat favoritmu dulu. Aku ingat sekali, kamu selalu setia dengan espresso panas ditemani biskuit dan tak pernah menjatuhkan pilihan pada menu lain, walaupun menu yang lain selalu membuatmu penasaran. Aku juga tentu akan selalu suka duduk dihalaman kedai kopi ini seperti yang kamu suka juga. Dulu,sebelum kamu berlalu menyisakan pilu : disini kita bisa melihat jalanan kota yang macet, katamu. Setidaknya kita harus bersyukur, kita bukan bagian dari mereka, macet-macetan kan lelah tambahmu yang selalu saja menganggap bahuku adalah surga. Kecuali sama kamu ujarmu lagi Aku sayang kamu balasku