Skip to main content

HARAP(AN)

Malam sepi dengan hembusan angin membawa ku ke semua harapan yang pernah kita bangun
Seolah-olah angin dengan sengaja menusuk tubuh merasuk sukma membangun ingatan
Apakah kamu merasakanya juga?
Bagaimana? Dingin bukan?
Tentu saja lebih dari itu.

Dengan berat aku berharap agar semua harapan kita terwujud sebagaimana mestinya
Entah itu masih dengan “harapan kita” ataupun dengan “harapan kita masing-masing”
Entah dengan siapapun kamu nanti, semoga tak akan ada lagi harapan-harapan yang berakhir angan
Tak ada lagi harapan yang akan jadi debu
Tak ada lagi harapan yang berakhir pilu
Tak ada lagi aku
Tak ada lagi aku
Sudah jadi debu

Dulu
Lucu memang
Kita saling berjanji akan terus bersama menikmati hidup walau akhirnya kita redup
Kita menikmati senja,hijaunya pepohonan,yang kini luruh bersama angan
Menyusuri jalan,menikmati makanan yang kini hanya tinggal kenangan
Tertawa bersama,selalu bahagia yang semuanya sulit untuk ku lupa

Kini
Tragis memang
Cinta itu buta
Kita sibuk membahagiakan satu sama lain tanpa mencocok-cocokan satu sama lain
Sehingga kita hanya orang yang pernah saling membahagiakan yang kini menjadi orang lain
Dulu juga kita lupa
Bahwa kebersamaan kita adalah proses menyakiti satu sama lain yang dibutakan oleh cinta
Setelah kita sadar bahwa kita tersakiti, kemana cinta itu pergi?
Bukankan seharusnya cinta akan tetap ada walau sering rasa sakit menusuk kedalam dada?
Bukankan seharusnya kita masih dan akan selalu tetap bersama untuk kembali membangun cinta?
Bukankah seharusnya aku?
Ternyata memang bukan aku
Bukan aku yang akan mewujudkan semua harapanmu


Terimakasih pernah bersedia bersama-sama membangun yang akhirnya aku harus membereskan harapan yang runtuh dengan jatuh bangun
Terimakasih pernah berangan-angan yang akhirnya kini hanya tinggal kenangan
Terimakasih juga telah membuang-buang waktumu mencipta semua harapan yang akhirnya kini hanya menjadi sebuah harap
Tak apa, tak berbeda jauh hanya “harapan” dan “harap’
Hanya saja semua nya membuat kita luruh
TERIMA KASIH

Comments

Popular posts from this blog

Dindarsip

  Orang yang hampir tiap hari nanya "kamu sayang aku ga?" Ini merupakan represntasi dari  semua hal yang saya sukai. Tentang cinta, perasaan bahagia, makanan enak, dan apapun itu yang ada di dunia. Saya berusaha untuk selalu mempersembahkan sesuatu untuk manusia ini, meski hanya persembahan kecil, dan mungkin terlalu kecil untuk manusia sespesial ini. Dia juga ga jarang jadi penemu tempat makan atau makanan enak, tapi kadang saya jadi orang yang harus makan satu setengah porsi, dia hanya makan setengah porsi. (Padahal katanya enak, tapi ko setengah porsi) Orang pertama yang selama 24 tahun saya hidup, berhasil membuat saya suka daging bebek  Orang ini bukan hanya pasangan yang baik, tapi juga lawan yang sulit untuk dikalahkan ; karena kalo udah debat apapun kita gaada yang mau ngalah, lebih sering jadi melebar kemana-mana dan jadi debat kusir, melelahkan. Kata-kata rumit bagi saya kadang bagi dia adalah hal yang lumrah, saya selalu berfikir ekstra untuk hal-hal yang menur...

First Trip

Hello

Hirup keur sorangan - Kumaha pepelakan

     Sesuai judulnya, akhir-akhir ini lagi sering ngerasa bahwa beneran hidup ini untuk sendiri dan hasilnya adalah dari apa yang kita tanam. Ini imbas dari ketemu berbagai hal dan berbagai orang yang bisa dibilang unik sih.     Tulisan ini dibuat dengan kondisi yang beda dengan sebelumnya, karena tulisan ini dibuat dengan kondisi aku sudah tinggal sendiri, lingkungan baru, dan juga cara hidup yang baru tentunya. Berat, tapi mau gamau harus dilakukan, karena hidup harus tetap berjalan kalo kata bernadya. Di kerjaan juga gitu, agak sedikit baru, tapi seharusnya sudah bisa diprediksi dari lama, jadi ga begitu kaget silih berganti orang-orang datang dan pergi ini ga bikin aku kaget karena setiap hari juga denger mereka ngeluh dan ingin memperbaiki hidupnya dengan cara kerja yang lain, jadi yaudah.     Untuk orang yang ga se berempati itu, hidup dengan orang baru dan kelakuanya yang unik-unik ini sebenernya ga terlalu sulit. Pilihanya kan hanya C...