BERKALI-KALI DIHIDUPKAN, BERKALI-KALI JUGA DIMATIKAN
Yang awalnya harapanya rumah ternyata berakhir dengan perasaan
lelah dan terpecah belah
Berakhir juga dengan harus berpura-pura menunjukan raut
wajah sumringah namun ternyata berdarah-darah
Ini bukan hanya tentang perasaan jatuh hati dan patah
hati
Tapi hal-hal yang ia anggap sempurna, ternyata hanya
awalnya saja
Semesta ini sungguh kejam
Jangankan untuk ditaklukan, tertuju pada sosok laki-laki
bertubuh besarpun sepertinya ia tak sudi
Lalu, dimana
rumah bagi laki-laki yang memiliki bulu mata lentik yang sering diidam-idamkan
pemilik rumah yang dulu ia kunjungi?
Entah kemana harus pulang, anak laki-laki yang baru saja
tumbuh dewasa itu patah arang
Menyedihkan, ia selalu siap sedia merapihkan rumahnya
sendiri agar nyaman ditinggali, tapi ia tidak punya tempat untuk tinggal
Fakta baru yang ia ketahui, bahwa tidak semua orang
harus ia sambut dengan hangat, karena tidak semua orang membawa kebahagiaan
seperti yang ia lihat
Ah sudahlah anak muda, semua orang ada masanya, dan
semua masa ada orangnya, berhentilah terlalu mengelu-elukan kehadiran setiap
orang.
Karena, semua orang mampu menghidupimu bahkan berkali-kali, dan mematikanmu lebih dari itu.
Comments
Post a Comment