Skip to main content

Lika Hura Liku Haru

Hai..... Lagi gabisa ngomong apa apa, ditulis jam set 3 pagi dengan perasaan yang apa yaa, gatau deh gangerti kaya semua kemungkinan-kemungkinan sedang beradu berlomba-lomba ingin dimenangkan. Tapi yang ingin dimenangkan tidak memberi kepastian.

12 september 2021, harusnya sih setelah lika liku ada hura hura, tapi ya namanya juga hidup kan ya, harusnya ini harusnya itu cuma bikin berharap aja. Gausah diharepin, hidup ga melulu soal apa yang kamu mau, tapi ada oranglain juga di dunia ini. Jadi, belajar menerima dan memaafkan kenyataan yang pahit adalah sebuah kewajiban. 

Ekspektasi tanpa usaha juga ibaratkan pake face shield tapi gapake masker dan dengan lantang membicarakan pencegahan virus corona. Iya, hasilnya gakan ada dan keliatanya aneh aja gitu. Atau kaya pake sabuk pinggang tapi gapake celana, itu kayanya paling mirip sama orang yang pake face shield tapi gapake masker.

Tapi, kenapa yaa harus ada sebuah keharusan kalo kita harus memenuhi kebutuhan oranglain? Iya emang makhluk sosial, tapi selagi bisa dilakukan sendiri harusnya bisa deh sendiri aja. Yang paling penting kalo tidak dilakukan juga tidak membawa efek apapun, lebih baik tidak dilakukan, hemat energi. Yakan?

02.47 wib. Niatnya tulisan tulisan ini bakal dibikin podcast sendiri, tapi kalo bikin podcast juga tetep harus nulis inti dari tulisanya, kerja 2 kali hehehe. Kalo nulis kan kalo lupa bisa diem dulu, kalo podcast diem malah aneh kaan. Ini ditulis sambil ngeroko dan minum extrajoss. Iya jam segini extrajoss, dulu pernah ada yang bilang kalo penyebab insomnia salah satunya banyak minum minuman kaya gini, apa ya nama jenis minumanya lupa, pokonya gitu sejenis minuman berenergi, bersoda, dan mengandung pemanis buatan. Makasih udah ngingetin, makasih juga ucapan ulangtahunya tahun lalu yang baru di "makasih" in tahun sekarang.

Terimakasih juga gapernah lupa sama yang udah mau baca, semoga sehat selalu dijauhkan dari segala bahaya dan selalu beruntung dalam keadaan apapun. Mungkin semua tulisan di blog ini mempunyai banyak kekurangan, tapi kalo terus mikirin kekurangan dan kelebihan semua aspek juga punya, tinggal bagaimana kita bisa mensyukuri kelebihan dan menerima kekurangan itu. Tapi, yang perlu ditekankan juga adalah bersyukur juga jangan lupa untuk intropeksi diri, gaada hasil tanpa usaha, gaada juga hasil yang sempurna, jadi ya tetep harus intropeksi diri okey. 

Terimakasih telah membaca sampai akhir tulisan yang diawali dengan kalimat "gabisa ngomong apa apa" tapi hasilnya banyak ini hahaha. Byebyeee!

Comments

Popular posts from this blog

Dindarsip

  Orang yang hampir tiap hari nanya "kamu sayang aku ga?" Ini merupakan represntasi dari  semua hal yang saya sukai. Tentang cinta, perasaan bahagia, makanan enak, dan apapun itu yang ada di dunia. Saya berusaha untuk selalu mempersembahkan sesuatu untuk manusia ini, meski hanya persembahan kecil, dan mungkin terlalu kecil untuk manusia sespesial ini. Dia juga ga jarang jadi penemu tempat makan atau makanan enak, tapi kadang saya jadi orang yang harus makan satu setengah porsi, dia hanya makan setengah porsi. (Padahal katanya enak, tapi ko setengah porsi) Orang pertama yang selama 24 tahun saya hidup, berhasil membuat saya suka daging bebek  Orang ini bukan hanya pasangan yang baik, tapi juga lawan yang sulit untuk dikalahkan ; karena kalo udah debat apapun kita gaada yang mau ngalah, lebih sering jadi melebar kemana-mana dan jadi debat kusir, melelahkan. Kata-kata rumit bagi saya kadang bagi dia adalah hal yang lumrah, saya selalu berfikir ekstra untuk hal-hal yang menur...

First Trip

Hello

Hirup keur sorangan - Kumaha pepelakan

     Sesuai judulnya, akhir-akhir ini lagi sering ngerasa bahwa beneran hidup ini untuk sendiri dan hasilnya adalah dari apa yang kita tanam. Ini imbas dari ketemu berbagai hal dan berbagai orang yang bisa dibilang unik sih.     Tulisan ini dibuat dengan kondisi yang beda dengan sebelumnya, karena tulisan ini dibuat dengan kondisi aku sudah tinggal sendiri, lingkungan baru, dan juga cara hidup yang baru tentunya. Berat, tapi mau gamau harus dilakukan, karena hidup harus tetap berjalan kalo kata bernadya. Di kerjaan juga gitu, agak sedikit baru, tapi seharusnya sudah bisa diprediksi dari lama, jadi ga begitu kaget silih berganti orang-orang datang dan pergi ini ga bikin aku kaget karena setiap hari juga denger mereka ngeluh dan ingin memperbaiki hidupnya dengan cara kerja yang lain, jadi yaudah.     Untuk orang yang ga se berempati itu, hidup dengan orang baru dan kelakuanya yang unik-unik ini sebenernya ga terlalu sulit. Pilihanya kan hanya C...