Skip to main content

Desadber-Januangry

Akhir tahun emang ga jarang selalu terpikir menjadi akhir semuanya, berat, berada dititik terendah, bahkan ga sedikit pikiran buat exit dari semuanya.

Awal tahun juga ga jarang selalu jadi titik buat bangkit dengan susah payah, sendiri, bingung, gatau harus ke siapa.

Aku jadi ngerti kenapa orang terdekat adalah orang yang paling besar punya kesempatan untuk menyakiti, karena terkadang mereka berlagak tahu semuanya, padahal engga. Pantesan aja profesi pskiater dan psikolog itu ada.

Aku juga jadi sadar bahwa mungkin pada nyatanya aku emang gapernah butuh bahkan gaakan pernah dapet rumah buat sekedar pulang, karena rumah juga butuh kriteria-kriteria untuk siapa-siapa saja yang bisa diterima dirumah itu. Aku gapernah ada di kriteria itu, kecuali dan mungkin aku sendiri. Ya analoginya kaya anjing yang masuk ke masjid, teduh? iya. Berlindung dari panas dan hujan? iya. Bisa dipakai untuk tempat tinggal? Iya. Tapi diterima tidak?

Seberuntung itu kalian, mereka, bahkan kamu yang punya dan bisa memenuhi kriteria itu disaat aku gapunya satupun. 

Kadang mikir bahwa semua orang juga punya masalahnya sendiri, semua orang juga problematic, semua orang juga susah payah buat ngejalanin hidupnya. Tapi semuanya lewat gitu aja, aku gabisa.

Enak ya kalo punya rumah buat pulang...

Apa aku pulang ke yang bener-bener memiliki aku aja?


Ditulis di Bandung, dengan keadaan dan perasaan yang kosong juga putus asa dan butuh pertolongan.

Comments

Popular posts from this blog

Dindarsip

  Orang yang hampir tiap hari nanya "kamu sayang aku ga?" Ini merupakan represntasi dari  semua hal yang saya sukai. Tentang cinta, perasaan bahagia, makanan enak, dan apapun itu yang ada di dunia. Saya berusaha untuk selalu mempersembahkan sesuatu untuk manusia ini, meski hanya persembahan kecil, dan mungkin terlalu kecil untuk manusia sespesial ini. Dia juga ga jarang jadi penemu tempat makan atau makanan enak, tapi kadang saya jadi orang yang harus makan satu setengah porsi, dia hanya makan setengah porsi. (Padahal katanya enak, tapi ko setengah porsi) Orang pertama yang selama 24 tahun saya hidup, berhasil membuat saya suka daging bebek  Orang ini bukan hanya pasangan yang baik, tapi juga lawan yang sulit untuk dikalahkan ; karena kalo udah debat apapun kita gaada yang mau ngalah, lebih sering jadi melebar kemana-mana dan jadi debat kusir, melelahkan. Kata-kata rumit bagi saya kadang bagi dia adalah hal yang lumrah, saya selalu berfikir ekstra untuk hal-hal yang menur...

First Trip

Hello

Hirup keur sorangan - Kumaha pepelakan

     Sesuai judulnya, akhir-akhir ini lagi sering ngerasa bahwa beneran hidup ini untuk sendiri dan hasilnya adalah dari apa yang kita tanam. Ini imbas dari ketemu berbagai hal dan berbagai orang yang bisa dibilang unik sih.     Tulisan ini dibuat dengan kondisi yang beda dengan sebelumnya, karena tulisan ini dibuat dengan kondisi aku sudah tinggal sendiri, lingkungan baru, dan juga cara hidup yang baru tentunya. Berat, tapi mau gamau harus dilakukan, karena hidup harus tetap berjalan kalo kata bernadya. Di kerjaan juga gitu, agak sedikit baru, tapi seharusnya sudah bisa diprediksi dari lama, jadi ga begitu kaget silih berganti orang-orang datang dan pergi ini ga bikin aku kaget karena setiap hari juga denger mereka ngeluh dan ingin memperbaiki hidupnya dengan cara kerja yang lain, jadi yaudah.     Untuk orang yang ga se berempati itu, hidup dengan orang baru dan kelakuanya yang unik-unik ini sebenernya ga terlalu sulit. Pilihanya kan hanya C...