KETERTIKATAN
KESEMUAN
Yang ditanam belum tentu akan hidup.
Yang hidup belum tentu akan tumbuh.
Yang tumbuh belum tentu juga berbuah.
Yang berbuah juga belum tentu enak
buahnya.
Yang enak buahnya juga belum tentu
disukai.
Yang disukai juga belum tentu bermanfaat.
Hidup memang berjalan diambang kesemuan.
Ga sedikit ko kita lupa sama hidup kita
sendiri.
Memaksakan menggapai sesuatu yang
sebenarnya bukan milik kita dengan kemampuan yang gapernah kita punya hanya
untuk dilihat orang lain yang belum tentu melihat kita. Useless
Pernah ga kita mikir bahwa hidup kita
hanya untuk kita sendiri? Tapi tuntutan kita sebagai makhluk sosial
mengharuskan kita gabisa untuk itu. Aneh ya
Jadi kadang suka mikir, semuanya gabisa
dipaksain karena liat orang-orang yang dulu sama kita berjalan ke arah yang
buruk ataupun sebaliknya. Kalo dulu dipaksain harus terus menerus berjalan
beriringan mungkin itu gakan terjadi.
Ada yang terus berperilaku baik tetapi
hasilnya tidak baik, begitupun sebaliknya. Karena kepastian pada dasarnya sulit
untuk ditemukan.
Hidup memang harus terus maju kaya sungai
yang bahkan airnya terancam surut.
Tiap hari mikir, mau jadi apa ya? Atau mau
gimana ya kedepanya?
Selalu itu.
Gaada yang lain, berkutat disitu.
Kaya gaada waktu untuk berdamai sama diri
sendiri.
Gaada waktu buat mikirin hal lain di otak
sendiri.
Bahkan buat mikir “Baik-baik aja” gabisa.
Semesta bekerja semaunya, kita gabisa
apa-apa. Selamat menikmati hidup yang kalian idam idamkan padahal menakutkan! Semoga
kamu bisa bertahan 1 hari lagi, setiap hari. See u
Comments
Post a Comment