Judulnya ngasal, asal ada aja susah mikirnya. Karena hidup emang bukan hal yang mudah tapi bukan hal yang mustahil juga untuk dijalani. Akan ada beberapa part kamu,kita, khususnya aku pengen mati juga, ini serius. Karena yaa beberapa kali dihidupkan dan dimatikan pada waktu yang bergantian bahkan bersamaan itu ga mudah. Apalagi pelakunya orang yang sama, bisa aja beda-beda tapi bersamaan.
Akan ada saatnya kamu dituntut berjalan padahal kakimu dipatahkan
Akan ada saatnya kamu dituntut membahagiakan padahal dia yang membuat kamu tidak bahagia
Bahkan kita dituntut meraih mimpi dengan standar yang ada padahal mimpi kita sudah terkubur dalam
Serius, dihidupkan namun dimatikan.
Kadang suka mikir "ah inimah biasa aja" atau "ah nanti juga sembuh sendiri" bahkan "ini nanti lewat gitu aja" ya karena obat dan penyakitnya bersumber di titik yang sama. Jadi kita menghindar kita kehilangan obatnya, mendekatpun kita tertancap duri yang itu-itu aja.
Bukan ketergantungan, karena memang gabisa dipisahkan, lebih baik ditunggu berhenti dan mati dengan sendirinya aja, gausah dilawan, cape bikin kamu mati lebih cepet. Tapi aku lebih milih ngelawan sih, biar cepet.
Kita juga sering dihadapkan dengan keadaan yang semu yang kita gapernah tahu apa yang bakalan terjadi kedepanya, kaya perjudian. Bedanya kita tahu mana presentase yang lebih menguntungkan, walaupun dipertengahan jalan juga bisa berubah. Semuanya semu cuma nyenengin sesaat aja, padahal semuanya kaya jebakan yang mempunyai dasar yang sama, cuma lobangnya aja yang beda.
Ini akan jadi trauma terberat yang kita alamin, sampe kita gapunya waktu buat ngebahagiain kita sendiri, bahkan caranya aja kita bingung. Yang ada dipikiran kan gimana caranya ngobatin sakit ini, bukan gimana bikin kita seneng. Rasa sakit gabisa digantiin gitu aja sama rasa seneng.
Memang hidup harus seimbang, ada senang-sedih, baik-buruk tapi kalo presentasenya 20-80 sih apa yang bisa disyukuri? Tai.
Terimakasih sudah membaca sampai akhir, setidaknya jika tulisan di blog ini bertambah, aku masih ada, ada ikan cupang yang harus aku kasi makan, setidaknya itu alasan terbesar sampai saat ini.
*kata "kita" diganti aku. Ini bukan reminder, ga semua orang harus sama experiencenya kaya aku jalanin semua hal yang mustahil bisa dilewatin ini. Thankyouuu!

Comments
Post a Comment