Skip to main content

Posts

Hirup keur sorangan - Kumaha pepelakan

     Sesuai judulnya, akhir-akhir ini lagi sering ngerasa bahwa beneran hidup ini untuk sendiri dan hasilnya adalah dari apa yang kita tanam. Ini imbas dari ketemu berbagai hal dan berbagai orang yang bisa dibilang unik sih.     Tulisan ini dibuat dengan kondisi yang beda dengan sebelumnya, karena tulisan ini dibuat dengan kondisi aku sudah tinggal sendiri, lingkungan baru, dan juga cara hidup yang baru tentunya. Berat, tapi mau gamau harus dilakukan, karena hidup harus tetap berjalan kalo kata bernadya. Di kerjaan juga gitu, agak sedikit baru, tapi seharusnya sudah bisa diprediksi dari lama, jadi ga begitu kaget silih berganti orang-orang datang dan pergi ini ga bikin aku kaget karena setiap hari juga denger mereka ngeluh dan ingin memperbaiki hidupnya dengan cara kerja yang lain, jadi yaudah.     Untuk orang yang ga se berempati itu, hidup dengan orang baru dan kelakuanya yang unik-unik ini sebenernya ga terlalu sulit. Pilihanya kan hanya C...

A celebration of self-forgiveness

          Rezeki non financial yang patut disyukuri kayanya tumbuh dengan pribadi yang ga gengsian, pantang menyerah, gamalu menyadari kekurangan, gatakut resiko apapun karena kemungkinan besar semuanya ada resikonya, tinggal ditimbang aja mana resiko yang lebih kecil dan bisa ditangani atau bahkan gaada. Gaada gen atau sifat turunan keliatanya, ini bener bener tumbuh dan tercipta dengan sendirinya.     Hidup dengan usaha dan kerja keras sendiri, belajar sana-sini learning by doing ini serius, gagal ya gapapa. Lebih baik nyesel gagal daripada nyesel ga nyoba sama sekali. Karena yaaa kalo nyobain ada kemungkinan kita berhasil atau gagal, kalo ga nyobain gaada kemungkinan kita berhasil dan pasti gagal.     Take  a risk in a good way sejauh ini gapernah menyesali apapun, nganggur selama jadi jobseeker karena sering pindah-pindah kerjaan ya gapapa, gapernah minta/minjem duit ke siapapun buat sehari hari pasti ada karena sem...

First Trip

Hello

Jurnal Penyembuhan Diri-1. Pertama

1.  Pertama        Halo, buat kalian yang pertama kali kesini, ke blog ini, terimakasih sudah menyempatkan datang dan menyisihkan waktu. Saya adit, tanpa peduli kalian sudah kenal saya atau belum perkenalan di awal harusnya menjadi hal yang normal. Tulisan-tulisan di jurnal ini mungkin akan sedikit terdengar lebay atau mungkin kesan nya di lebih-lebihkan, atau mungkin terkesan tidak mungkin saya rasakan jika kalian melihat saya in real life . Sebelumnya saya akan menjelaskan bahwa yang saya tulis disini adalah fakta yang sebenarnya, yang setiap hari ada dikepala, melintas dipikiran, yang dimana mungkin saya tidak terlihat seperti itu. Disisi lain saya berhasil menyembunyikan apa yang ada dikepala jika memang kalian berfikir bahwa saya tidak pernah merasakan ini, terimakasih sudah mau menerima saya yang ga asli-asli banget ini. Tulisan ini muncul berkat seseorang yang sampai saat tulisan ini saya buat ada untuk saya dan setidaknya menjadi kontrol untuk say...

Dindarsip

  Orang yang hampir tiap hari nanya "kamu sayang aku ga?" Ini merupakan represntasi dari  semua hal yang saya sukai. Tentang cinta, perasaan bahagia, makanan enak, dan apapun itu yang ada di dunia. Saya berusaha untuk selalu mempersembahkan sesuatu untuk manusia ini, meski hanya persembahan kecil, dan mungkin terlalu kecil untuk manusia sespesial ini. Dia juga ga jarang jadi penemu tempat makan atau makanan enak, tapi kadang saya jadi orang yang harus makan satu setengah porsi, dia hanya makan setengah porsi. (Padahal katanya enak, tapi ko setengah porsi) Orang pertama yang selama 24 tahun saya hidup, berhasil membuat saya suka daging bebek  Orang ini bukan hanya pasangan yang baik, tapi juga lawan yang sulit untuk dikalahkan ; karena kalo udah debat apapun kita gaada yang mau ngalah, lebih sering jadi melebar kemana-mana dan jadi debat kusir, melelahkan. Kata-kata rumit bagi saya kadang bagi dia adalah hal yang lumrah, saya selalu berfikir ekstra untuk hal-hal yang menur...
 Akhir tahun emang ga jarang akan banyak tulisan baru bertebaran disini, kaya jagung dipanen buat dibakar. penutup biasanya memang lebih complicated, semoga kita bisa bertemu di akhir tahun selanjutnya. 

Hancur&Utuh

 Yang akan melawan dunia bukan orang yang tidak memiliki dirinya sendiri Cara pandanganya tak mungkin keruh. Tak ada harapan untuk yang kecil dimata semua Gapernah masuk akal bagi mereka yang tak merasakan, aku tak punya aku, begitupun semuanya. Aku pelajari sedari kecil, keterpurukan kekebalan itu kekal Seperti bertaruh apa kau dan aku akan jadi seperti itu. Ada cita-cita yang harus digapai tapi sepanjang hidup kita bersama tak bisa habiskan Rasa takut takan bisa digenggam nyaman. Cita dan harapan sejenisnya menjadi seram Pertaruhan ini keruh. Setiap hari harus memasang ikat kepala, berjaga jaga setidaknya jika kepala kita pecah potonganya tidak berhamburan Kita boleh hancur, tapi harus tetap utuh

Cara menangis II

 

1001 cara hidup

Judulnya ngasal, asal ada aja susah mikirnya. Karena hidup emang bukan hal yang mudah tapi bukan hal yang mustahil juga untuk dijalani. Akan ada beberapa part kamu,kita, khususnya aku pengen mati juga, ini serius. Karena yaa beberapa kali dihidupkan dan dimatikan pada waktu yang bergantian bahkan bersamaan itu ga mudah. Apalagi pelakunya orang yang sama, bisa aja beda-beda tapi bersamaan. Akan ada saatnya kamu dituntut berjalan padahal kakimu dipatahkan Akan ada saatnya kamu dituntut membahagiakan padahal dia yang membuat kamu tidak bahagia Bahkan kita dituntut meraih mimpi dengan standar yang ada padahal mimpi kita sudah terkubur dalam Serius, dihidupkan namun dimatikan. Kadang suka mikir "ah inimah biasa aja" atau "ah nanti juga sembuh sendiri" bahkan "ini nanti lewat gitu aja" ya karena obat dan penyakitnya bersumber di titik yang sama. Jadi kita menghindar kita kehilangan obatnya, mendekatpun kita tertancap duri yang itu-itu aja.  Bukan ketergantungan,...

Cara menangis

 Terimakasih 10000000000 x  https://open.spotify.com/episode/4UjzVzvlZt6R77BFV8C8iu?si=TxpJUd7qRbSbod8oByjsTg&utm_source=copy-link

Tanam dan Tanamkan

  Apa yang kamu tanam belum tentu jadi apa yang kamu tuai, bisa jadi tanamanya mati, bisa jadi tanamanya ga berbuah, bisa jadi dituai oranglain. Gausah banyak berharap, apalagi salah naro harapan kaya berharap public figure harus mendidik dan jadi contoh yang baik bagi penontonya, contoh yang baik mah guru, ustadz dan atau ustadzah, bukan public figure. Apa yang kamu tanam adalah apa yang kamu,mereka, kita semua tuai. Kita tuh ga se spesial itu buat selalu dapetin apa yang kita mau, engga sama sekali. Jadi, masih gabisa tulus? Masih mau ngarepin balesan atas dasar perbuatan kamu? Fokus kepada kata "tanam" yang bisa kamu tuai adalah apa yang kamu "tanamkan" bukan yang kamu "tanam". Yang kamu tanam bisa dituai orang lain, tapi yang  ditanamkan pada prinsip dan diri hanya bisa dituai oleh siapa yang menanamnya. Jadi, apa yang kamu tanam-kan adalah apa yang kamu tuai.

KETERTIKATAN KESEMUAN

  KETERTIKATAN KESEMUAN Yang ditanam belum tentu akan hidup. Yang hidup belum tentu akan tumbuh. Yang tumbuh belum tentu juga berbuah. Yang berbuah juga belum tentu enak buahnya. Yang enak buahnya juga belum tentu disukai. Yang disukai juga belum tentu bermanfaat. Hidup memang berjalan diambang kesemuan.   Ga sedikit ko kita lupa sama hidup kita sendiri. Memaksakan menggapai sesuatu yang sebenarnya bukan milik kita dengan kemampuan yang gapernah kita punya hanya untuk dilihat orang lain yang belum tentu melihat kita. Useless Pernah ga kita mikir bahwa hidup kita hanya untuk kita sendiri? Tapi tuntutan kita sebagai makhluk sosial mengharuskan kita gabisa untuk itu. Aneh ya   Jadi kadang suka mikir, semuanya gabisa dipaksain karena liat orang-orang yang dulu sama kita berjalan ke arah yang buruk ataupun sebaliknya. Kalo dulu dipaksain harus terus menerus berjalan beriringan mungkin itu gakan terjadi. Ada yang terus berperilaku baik tetapi hasil...

Desadber-Januangry

Akhir tahun emang ga jarang selalu terpikir menjadi akhir semuanya, berat, berada dititik terendah, bahkan ga sedikit pikiran buat exit dari semuanya. Awal tahun juga ga jarang selalu jadi titik buat bangkit dengan susah payah, sendiri, bingung, gatau harus ke siapa. Aku jadi ngerti kenapa orang terdekat adalah orang yang paling besar punya kesempatan untuk menyakiti, karena terkadang mereka berlagak tahu semuanya, padahal engga. Pantesan aja profesi pskiater dan psikolog itu ada. Aku juga jadi sadar bahwa mungkin pada nyatanya aku emang gapernah butuh bahkan gaakan pernah dapet rumah buat sekedar pulang, karena rumah juga butuh kriteria-kriteria untuk siapa-siapa saja yang bisa diterima dirumah itu. Aku gapernah ada di kriteria itu, kecuali dan mungkin aku sendiri. Ya analoginya kaya anjing yang masuk ke masjid, teduh? iya. Berlindung dari panas dan hujan? iya. Bisa dipakai untuk tempat tinggal? Iya. Tapi diterima tidak? Seberuntung itu kalian, mereka, bahkan kamu yang punya dan bisa ...

New Adit – New World

  New Adit – New World   Pake foto ah Kadang gapernah terpikir bisa sampai di titik ini, semuanya berjalan gapernah sesuai rencana dan juga ekspektasi,tapi mau dibilang apalagi? Semuanya udah terjadi. Walaupun gaada yang bisa dinikmati dan disyukuri mau ga mau harus bisa. Kenapa judulnya “New Adit – New World” ? Karena hari ini 29 November berasa lahir kembali menjadi Adit yang baru tapi lahirnya ke dunia baru. Ada usaha yang double untuk adaptasi bukan? Sulit? Sejauh ini tidak, mungkin seterusnya juga begitu. Doakan saja ya teman-teman. Tapi, kalo mendoakan tanpa tahu konteksnya apa juga kayanya bakalan bikin yang mendoakan bertanya-tanya, jadi kita jelasin aja deh ya. New Adit lahir kembali dengan Adit yang fresh, sendiri, tanpa siapapun disisinya. Sampai sini paham? Iya, sendiri fresh tanpa siapaun disisinya, alias gapunya siapa-siapa dengan perasaan yang kosong tidak merasakan apa-apa. Bukan suatu masalah, semuanya hanya butuh waktu untuk tumbuh dan berkembang seirin...

Hari Ulang Tahun dengan Segala Kegabutan dan Kerandomanya

Haaaii! Jangan pernah merasa sendiri, semuanya akan terasa baik-baik aja ko. Tenang aja, cuma butuh adaptasi aja, percaya deh. Lagian kan emang ga baik juga bergantung sama oranglain, butuh sekedar butuh, nyari sekedar nyari, dan kalo yang kamu butuh dan kamu cari itu gaada kamu harus bisa sendiri.  Yaaaa walaupun  susah apalagi udah ketergantungan tapi ya mau gamau ya ga sih? Kayaa gaada yang bisa bertanggung jawab atas diri kamu sendiri, anggap lah semua orang didunia ini jahat, ya kamu harus lindungi diri kamu sendiri, tanpa percaya akan perlindungan oranglain, bisa jadi yang melindungi kamu adalah penjahat juga bukan? Ditulis 26 November 02.16 setelah mengatur pick up di toko shopee ku karena waktu tulisan ini dibuat, sekitar kalimat ke 3 atau ke 4 tiba-tiba ada notif kalo ada pesenan hehehe sedikit sombong. Ga sedikit sih soalnya 2 yang mau ditunjukin, 26 november dan toko shopee ini linknya https://shopee.co.id/pakettani1?smtt=0.0.9 wkwkwk.  Tapi, selama kurang lebi...

Lika Hura Liku Haru

Hai..... Lagi gabisa ngomong apa apa, ditulis jam set 3 pagi dengan perasaan yang apa yaa, gatau deh gangerti kaya semua kemungkinan-kemungkinan sedang beradu berlomba-lomba ingin dimenangkan. Tapi yang ingin dimenangkan tidak memberi kepastian. 12 september 2021, harusnya sih setelah lika liku ada hura hura, tapi ya namanya juga hidup kan ya, harusnya ini harusnya itu cuma bikin berharap aja. Gausah diharepin, hidup ga melulu soal apa yang kamu mau, tapi ada oranglain juga di dunia ini. Jadi, belajar menerima dan memaafkan kenyataan yang pahit adalah sebuah kewajiban.  Ekspektasi tanpa usaha juga ibaratkan pake face shield tapi gapake masker dan dengan lantang membicarakan pencegahan virus corona. Iya, hasilnya gakan ada dan keliatanya aneh aja gitu. Atau kaya pake sabuk pinggang tapi gapake celana, itu kayanya paling mirip sama orang yang pake face shield tapi gapake masker. Tapi, kenapa yaa harus ada sebuah keharusan kalo kita harus memenuhi kebutuhan oranglain? Iya emang makhlu...

Manusia, Pandemi, Instagram, dan Sejarah

 Halo apakabar? Semoga kalian yang baca ini dalam keadaan baik-baik aja di masa pandemi ini, dan beruntung juga kalo yang tidak atau belum terpapar covid-19 ini. Pandemi ini emang nyebelin ya, tapi disisi lain aku beruntung sih bisa merasakan pandemi yang katanya 100 tahun sekali, semua hal yang gaada di kehidupan normal bisa aku liat bahkan rasain saat pandemi ini. Semua kegiatan melalu internet, secara daring, betapa pentingnya sinyal saat ini, penggunaan sosmed meningkat perharinya karena semua tidak boleh berpergian keluar rumah, hiburan satu-satunya adala handphone, sosmed, dan alat elektronik lainya.  Salah satu sosmed yang meningkat penggunaanya adalah instagram, tapi aku malah sebaliknya semenjak pandemi 1 tahun lalu memutuskan untuk mengurangi aktivitas bermain instagram, sebenernya dari sebelum pandemi juga pernah terus aktif lagi gara-gara pengen upload tulisan-tulisan yang ada di blog ini awalnya, seiring berjalanya waktu kepercayaan diri buat ngeupload tulisan di ...